Sabtu, 25 April 2009
judeg
Sudah punya ide untuk posting, bahkan kalau mau gali ide-ide lama yang hidden di otak juga ada. Tapi kok moodnya terbang. Blog walking aja dari tadi, tapi juga gak ninggal komen...
setelah buka fesbuk sebentar (akhirnya lebih banyak chat-nya), akhirnya malah nyari casiopea di youtube.
Itulah enaknya internet, kali ya. Ibarat resto dia ini pujasera,...
hahaha,....
nglantur,...
wong judeg..
apa arti sebenarnya sih ? jangans salahh kosa kata ??
Jumat, 23 Januari 2009
Belajar

Never ending learning. Dalam hal apapun kita pasti selalu belajar lagi, dan lagi. Tak pernah kita menjadi sangat pintar dalam sesuatu karena diatas langit masih ada langit. Belajar juga menjadikan kita dewasa. Apalagi katanya, menjadi tua itu pasti tapi menjadi dewasa itu pilihan. Tak belajar berarti tak kunjung dewasa. Secara pemikiran, secara hati, secara kebijaksanaan, secara wawasan. So,..adakah kata yang lebih tepat selain selalu belajar di setiap waktu, setiap langkah ?
Jumat, 02 Januari 2009
Dari arsip email akhir tahun 2007

Betapa sedikitnya pengetahuanku
Memang sih, there's no perfect in all things, kata oom google. (Lho? iya, check translate oom google lebih tepat seperti itu daripada kata yang dalam benakku sebelumnya ;-) )
Ilmu Tuhan memang luas,..dan otak yang luarbiasa kerjanya ini dendritnya sudah sangat canggih memproduksi segala informasi. Tapi mungkin karena kecampuran dengan perasaan yang macam-macam warnanya, nafsu dan keinginan yang tidak hanif, kesombongan, dan segala sesuatu yang mengotori,..kinerjanya bisa jadi melemah. Lha kok nyampe situ sih ?
Soalnya keinget, orang yang ngapalin doa atau surah, yang paling gampang adalah yang bersih hati. Ehh,..bukannya umur ? Iya juga. Anak-anak paling gampang memasukkan memori ke otaknya. Mungkin juga karena hatinya bersih kan ?
Kok rasanya makin meluas ya nulisnya ? stop dulu ah. Matahari tepat diatas, tapi tidak terik karena mendung tebal menggelayut di sebelah timur banjar. Bye bye dulu my blog!
Waktuku adalah Hari Ini
Waktuku adalah Hari Ini
Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman, bukan KRITIK.
Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali.
Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma.
Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjadi esok.
Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi.
Hari ini aku belajar lagi, untuk mengubah diri sendiri.
Hari ini akan kuisi dengan KARYA.
Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan: “Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah.”
Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahanNYA aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.
Hari ini aku akan berhenti berkata: “Aku tidak punya waktu.”
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apa pun.
Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.
Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku, akan kulakukan yang terbaik dan
… tidak akan ditunda sampai esok.
KARENA ESOK BELUM TENTU ADA
Jumat, 07 November 2008
ngupas mangga
Subhanallah. Detil momen yang seperti ini kadang lupa disyukuri,..
Ditulis 5 Desember 2007, dicopy dari sent item outlook,..
Sudut pandang ?
Orang jarang ngalah. Bahkan dibanding surabaya yang katanya kasar, perkara ngalah ini sulit ditemui disini. Kalau ada macet yang perlu solusi, biasanya makin jadi bottle neck karena sepeda motor makin merangsek maju, makin mbundel. Contoh sederhana ruwetnya lalu lintas adalah u-turn sepanjang ahmad yani. Tipikal sini adalah mencari jalan terdekat, kalau perlu melawan arah "sedikit" untuk cari belokan. Sepeda motor sih sudah biasa, kadang mobil juga ada yang nekat seperti itu,..mungkin dengan pertimbangan "sedikit" atau "toh dekat"
Di banjar banyak sekali warung makan, karena memang ada kebiasaan sarapan di warung, bukan di rumah. Di jalan menuju sekolah aya & ila, kebetulan jalan tidak terlalu lebar, dengan banyaknya pengantar, tentu saja parkiran sepeda motor di depan warung atau rumah menjadi salah satu sumber macet. Uniknya, dari sekian peristiwa macet, hanya sedikit penduduk/ pemilik sepeda motor yang "merasa", atau bertindak dengan membetulkan letak parkirnya supaya jalan lebih leluasa. Jadinya sudah hampir pada kesimpulan bahwa orang sini "cuek".
Letak sekolah aya-ila yang berada didalam komplek memang beresiko macet karena jalannya ngepas dilalui dua mobil papasan. Itupun di beberapa titik mesti saling tunggu karena ada tiang telpon atau tiang listrik. Beberapa hari ini, ada bak sampah dipasang di depan pagar sebuah rumah, diseberangnya ada panjatan dari kayu dan drum minyak sehingga dua mobil papasan tidak memungkinkan alias harus gantian. Tadi pagi, aku yang nyetir karena my suami dinas diluar kota. Disitu aku papasan dengan daihatsu terios yang dikemudikan ibu-ibu juga. Stuck karena memang terios ketemu bak sampah, aku mepet kayu dan nantinya drum. Untung ada bapaks yang berinisiatif kasih aba-aba ke aku sekaligus meminggirkan drum yang ternyata kosong. Eh, tiba-tiba ibu dari rumah yang berbak-sampah baru itu keluar "jangan dipindah. Biar saja belajar gimana mesti jalan satu-satu. Jalan tiap pagi hibak kaya gini,..(hibak=penuh)" dst,...bernada emosi. Aku cuma senyum ke ibu terios dan alhamdulillah berlalu dengan selamat dengan bantuan bapak yang kasih aba-aba.
Cuman dijalan aku jadi mikir. Selama ini sebagai pengguna jalan, aku tidak bisa mengerti kenapa warga disitu parkir motor, atau menaruh sesuatu tanpa peduli kelancaran lalu lintas. Tapi dengan omelan tadi aku jadi mikir,..ternyata kami berpikir dalam sudut pandang yang berbeda. Warga tadi merasa tidak nyaman dengan kendaraan-kendaraan yang kami pakai dan setiap hari lewat. Kami yang terganggu atau mengganggu ?
Hikmah hari ini, cobalah berpikir dengan kerangka lain, atau berpikir dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapatkan gambaran yang lain. Benar atau pun tidak pendapat tersebut. mungkin,...
ditulis di Banjarmasin, 10 desember 2007